Kisruh & Kontroversi
Polemik royalti musik di Indonesia, dianalisis.
Kebusukan Label Rekaman, WAMI sebagai Kepanjangan Tangan Publisher, dan Mitos 50% Publishing Cut
Opini & analisis: kenapa label musik Indonesia secara historis suka mengakali hitungan royalti, kenapa WAMI dibangun oleh konsorsium publisher milik label, dan kenapa standar 50% publishing cut sebenarnya hanya jalan lain bagi label untuk menyedot uang pencipta. Disusun berdasar riset publik, dengan tanda fakta vs opini.
Sejarah KCI: LMK Pertama Indonesia, Warisan Rinto Harahap, dan Polemik 35 Tahun
Sebelum WAMI, sebelum LMKN, ada KCI — Karya Cipta Indonesia, didirikan musisi pada 1990. Deep-dive sejarah, struktur kepengurusan, kontribusi Rinto Harahap, dan kenapa KCI menjadi salah satu titik konflik dalam SE LMKN 27 Agustus 2025.
Anatomi Jebakan Recoupable Advance: Mengapa 80% Rilis Label Tidak Pernah Cair
Deep-dive matematika kontrak label: kenapa advance Rp 200 juta sering berarti pencipta tidak pernah menerima tambahan royalti, bagaimana cross-collateralization mengikat 3 album sekaligus, dan apa yang harus dinegosiasikan sebelum tanda tangan.
Kebusukan WAMI, Hitungan Sulapan, dan Mafia yang Pindah Tangan: Catatan Sinis tentang Surat ke Presiden
Setelah puluhan tahun mengelola unclaimed royalty Rp 33–70 miliar dengan transparansi seadanya, sekarang LMK kompak mengirim surat protes ke Presiden karena setorannya berkurang. Catatan netral-mengejek tentang ironi reformasi royalti musik Indonesia: bukan reformasi, sekadar pemindahan pemegang dompet.
Kisah-Kisah Mengharukan & Menggelitik di Balik Royalti Musik Indonesia
Dari Lilin-Lilin Kecil yang membuat James F. Sundah jadi pendekar hak cipta, sampai pencipta lagu yang menerima royalti hanya cukup buat beli kopi — kompilasi cerita yang bikin terharu sekaligus geleng kepala.
Ari Lasso, Cek Rp 765.594, dan Awal dari SE LMKN: Anatomi Krisis Kepercayaan 2025
Bagaimana satu unggahan slip royalti bernilai Rp 765.594 dari Ari Lasso pada 11 Agustus 2025 memicu rangkaian audit, interpelasi DPR, hingga keluarnya Surat Edaran LMKN 27 Agustus 2025 yang mengubah peta kolektif royalti Indonesia.
VISI vs AKSI: Dua Wajah Perlawanan Musisi terhadap Kerangka Royalti — dan Uji Materi MK April 2025
Februari 2025 lahir VISI yang dipimpin Armand Maulana dengan 29 vokalis termasuk Ariel, Once, dan Vidi. AKSI yang dipimpin Piyu dan Ahmad Dhani memilih jalur uji materi ke Mahkamah Konstitusi pada 24 April 2025. Apa yang sebenarnya mereka tantang?
Polemik Royalti Pertunjukan: Pelajaran dari Kasus Dewa 19 vs Once Mekel
Bagaimana satu pertunjukan publik bisa melibatkan tiga lapis hak — komposisi, master, dan performer — dan kenapa banyak vokalis Indonesia kaget saat tahu mereka tidak otomatis dapat royalti.
Agnez Mo vs Ari Bias: Dari PN Niaga ke Mahkamah Agung — Anatomi Kasus Royalti Lagu "Bilang Saja"
Pencipta Ari Bias mengajukan gugatan ke PN Niaga Jakarta Pusat 11 September 2024. Putusan 30 Januari 2025 mendenda Agnez Rp 1,5 juta. Kasasi diajukan 9 Mei 2025. Mahkamah Agung kemudian mengabulkan kasasi pemohon. Apa pelajaran yuridis dan praktisnya?
Kisruh Royalti Warung Kopi: Apakah Café Kecil Wajib Bayar?
Setelah PP 56/2021 berlaku, banyak pemilik café dan warung musik mendapat tagihan royalti. Apa dasar hukumnya, berapa tarifnya, dan kapan UMKM benar-benar wajib bayar?
Suara Gen Z: Hindia, Idgitaf, dan Pamungkas tentang Royalti Era Streaming
Generasi musisi Indonesia yang lahir bersama Spotify melihat royalti dengan logika berbeda. Hindia (Sun Eater), Idgitaf, dan Pamungkas memilih jalur independen sambil tetap menjaga relevansi domestik. Apa yang bisa dipelajari dari pendekatan mereka?